Banyak pemikiran yang harus diluruskan mengenai anak-anak Homeschooling (HS)
yang salah satunya adalah Pemahaman yang keliru tentang belajar dan kegiatan
anak-anak HS yang selalu di rumah . kata-kata ” home ” memangĀ berkonotasi
bahwa anak-anak HS aktifitasnya selalu dirumah, Padahal tidaklah demikian.. karena
banyak aktifitas anak-anak yang bisa dilakukan diluar…rumah..
Kegiatan yang berbasis Rumah ini bisa dirancang senyaman mungkin dan bisa menyesuaikan
kegiatan keluarga di rumah, beberapa anak-anak yang tidak merasa nyaman di sekolah
Formal… bisa mengoptimalkan kegiatannya ataupun hobbynya secara optimal tanpa
takut kehilangan pelungnya mengikuti ujian Nasional… karena mereka tetap bisa melakukan
pembelajaran sesuai dengan target pencapaian sesuai kurikulum Nasional.
Hanya yang berbeda adalah bila di sekolah Formal jam belajar yang sudah diatur oleh
Sekolah, sedangkan anak-anak HS jam belajarnya bisa fleksibel dan di kompromikan
Anak-anak HS dalam belajar lebih didorong untuk bisa belajar secara mandiri dan bertanggung
jawab pada pencapaian target yang telah dia susun.
Selain mereka mengejar target untuk UNASnya… mereka biasanya uga mengikuti kegiaatan
eksra.. ada yang olahraga, musik ataupun dalam bidang yang lain… sehingga amatlah berlebihan
bla anak-anak HS dikatakan ” KUPER” karena peregaulan bukan hanya disekolah saja namun
bisa juga di lakukan di tempat kursus, komunitas hobby ataupun di lingkungan rumahnya.
Malah dengan waktu yang lebih longgar.. karena jadwal belajar yang bisa disusun sendiri.
anak-anak HS berkesempatan besar bisa bersosialisasi dengan anak-anak lintas usianya.
sebagai contoh anak-anak yang tergabung di Komunitas Sekolah Dolan Malang…
diantara mereka ada yang bisa berpeluang mengembangkan bahkan Vokalnya, Model, sebagai
Atlet Bola / bela diri… dan berbagai aktifitas skill yang sudah menjadi keinginan untuk diopti
malkan menjadi profesi yang ditekuni nantinya..
Perkembangan yang luar biasa bagi pelaku HS di Indonesia telah menghasilkan penyelengga-
raan Ujian Nasional Sekolah Rumah pada tahun 2010 ini, kegiatan yang bekerja sama dengan
beberapa komunitas di Indonesia dan didukung oleh Dinas Provinsi Banten, Universitas
Multimedia Nasional, ASAHPENA telah sukses diikuti lebih dari 500 peserta di seluruh Indonesia
dan bebarapa peserta warga negara Indonesia yang di Meksiko, UEA, Filipina dll. baik secara
langsung (ujian Langsung) ataupun ONLINE.
Semoga beberapa kemajuan dan perkembangan pelayanan anak-anak HS ini bisa membantu
pelaku HS yang ada di Indonesia sesuai dengan UU No 20/2003
Lukman Hakim
Ketua DPW Asahpena Malang Raya
Pemilik Komunitas HS Sekolah Dolan



Bener nih.
klo ada yg bilng anak” HS kuper itu sala, soal nya
temen” saya yg tadi nya skola di formal skarang pada pindah ke HS hehe