Sekian tahun banyak orang tua atau anak-anak sharing tentang ketidak nyamanan mereka belajar di sekolah.. yang bisa disimpulkan rata-rata mereka adalah yang memiliki jiwa pemberontak.. dengan berbagai sistim yang telah dia atur di sekolah…
Ada yang sekolah di SBI.., sekolah negeri dan beberapa swasta… beberapa juga sekolah di LN namun gak selesai sehingga menjadi mitra sekolah dolan hingga selesai.
Pemberontakan anak-anak ini rata-rata mereka bosan dengan standart pelayanan yang ada di sekolah… mereka banyak bosan karena merasa bisa lebih cepat dari yang disamapaikan di sekolah…
Namun ada juga yang keteteran di sekolah karena kemapuan yang terbatas.. atau dia sama sekali gak minat dengan beberapa menu pelajaran yang harus di selesaikan..
Permasalahan lain adalah beberapa anak sudah nyambi bekerja atau dikenalkan beberapa job pekerjaan seperti Otomotif ( modivikasi hingga perbaikan ), asuransi, menjadi model dan yang lagi serius belajar desain.. atau robotik yang kesemuanya ingin segera bembuka peluang pekerjaan bagi dirinya..
hal-hal diatas tentunya sangat berbenturan dengan kondisi di sekolah yang harus fokus dengan berbagai bidang studi yang menuntut untuk tuntas semuanya.. bisa standar 70, 75 mungkin 80 dan bila gak bs dicapai maka si anak tidak akan naik. kelas.
Sementara bila mereka mengambil jalur kesetaraan hanya belajar di 5 mata pelajaran untuk SD, 6 untuk SMP dan 7 untuk jurusan SMA IPA atau IPS
jadi untuk diluar pelajaran itu… mereka bisa bisa memilih.. sendiri dan mengoptimalkannya..
Beberapa… mereka banyak juga yang ingin menempuh jalur kesetaraan ini namun tidak siap untuk melakukannya… karena malas mengetahui lebih jauh atau belajar lebih jauh… nah hal ini yang membuat hambatan bagi mereka..
Adanya Mitra.., komunitas atau apapun itu.. mereka hanya sekedar bisa menjadi sharing… dan berfungsi sebagai mitra belajar tentang hal-hal yang sebelumnya belum diketahui.., namun bila dari si pelaku kegiatan sendiri tidak ada usaha yang keras untuk bisa mengetahui lebih jauh tentang pendidikan kesetaraan yang bisa di tempuh dari keg informal ataupun non formal, maka dipastikan kegiatan belajar mandirinya ataupun kegiatan belajar yang didampingi oleh mitranya akan berantakan dan menemui hambatan…
Ada mitra belajar yang bisa membantu hingga konsultasi program belajarnya hingga menempuh ujian Nasional bila memang ijasah yang menjadi tujuan, namun kembali lagi prises belajar mandiri adalah yang menjadi kegiatan utama… sehingga keberhasilan seseorang dalam menempuh jalur kesetaraan ini tetap menjadi yang utama.. bisa saja anak selesai 2 tahun bila memang mampu, karena saat lalu ada pindahan anak aksel dari SMP negeri yang sudah ambruk motivasi belajarnya.. ternyata dalam 8 bulan di tahun ke 2 dia bisa kejar… dan berhasil lulus.
Tidak ada yang tidak bisa diupayakan untuk memperoleh hasil yang maksimal bila kita selalu berusaha meraihnya… nyaman tidaknya di sekolah bisa tidak menjadi hambatan bila kita mencoba untuk mencari solusi yang terbaik…, namun bila solusi yang terbaik harus keluar dari sekolah untuk bisa merancang kegiatannya sendiri Mau Homeschooling, sekolah alternatif atau belajar mandiri.. bila itu menjadi solusi yang terbaik.. lenapa takut.. ? semua jelas dan legal.. selama kita mengikuti aturan yang ada.. pemerintahpun .. membrikan jalan untuyk itu…
Salam dahsyat..!!!


