»
S
I
D
E
B
A
R
«
Hasil evaluasi… yang tidak bareng di berikan..
Feb 12th, 2010 by Sekolah Dolan

Sebagaimana anggota sekolah Dolan yang masuk bergabung dengan kami di waktu yang tidak bersamaan… maka target yang anak-anak buatpun juga tidak sama… anak-anak yang mengambil jalur kesetaraan… memiliki targetnya sendiri-sendiri… ada yang ujian bulan Mei tahun ini ada juga yang belum siap dan Insya Allah akan ikut bulan November…

Pada bulan Januari yang kalau di sekolah formal hampir semua siswa mendapatkan hasil belajarnya selama 1 semester secara serentak…, tidak demikian di SEKDOL… anak-anak yang telah memenuhi tahapan evaluasi… tentu sudah bisa menerima hasil kegiatannya selama ini di Komunitas, namun ada beberapa anak yang targetnya belum terpenuhi tidak demikian…. mereka baru mendapatkan hasil evaluasinya setelah tercapai … target yang harus ditempuh…. Hari ini Jumat 12 Februari ada beberapa yang baru mendapatkan hasil evaluasinya…  itupun ada beberapa catatan kegiatan yang harus dilakukan dan disepakati dengan orang tua guna pencapaian target yang diinginkan bersama.

Ayo… semangat terus…..

Komunitas Bukan sekedar…..
Feb 1st, 2010 by Sekolah Dolan

Pagi yang lumayan cerah….

Suasana di Sekolah dolan…. mulai didatangi anak-anak anggota komunitas….   Mas Dimas yang masih level Tk ini selalu datang di paling awal…., kemudian Mas Viro atau terkadang gantian dengan Bagas… yang asli dari Pulau Dewata…. menyusul datang di komunitas.

Anak-anak… kadang ada yang main-main dulu….. ada yang yang langsung beli jajanan di Minimarket Sekolah Dolan…. dan ada juga yang langsung ke Ruang makan…. dan langsung menikmati hidangan makanan yang tersaji…. di meja… yang biasanya telah siap dijsajikan Miss Titin sejak pukul 07.30….

Gak semua anak-anak datanmg ke komunitas…. sudah berangkat dengan perut kenyang… namun terkadang karena rumah yang jauh… ataupun makanan yang belum tersiapkan di rumah… akhirnya mereka nyaman juga bisa makan di Komunitas.

Jam 08.30 biasanya kegiatan di mulai…. dengan circle time… yang didisi dengan kata-kata motivasi…,  sedikit kajian Aqidah… dan informasi terbaru komunitas… dan baru pukul 09.00 dimulai kegiatan sesuai target… masing-masing…

terkadang saat asyik belajar atau diskusi beberapa topik… ada yang lapar atau haus mereka pun makan, ataupun rtebus mie.. atau makanan di dapur komunitas kami…. tak ada kecanggungan tak ada risih dan lain-lain… , semuanya berjalan alami sebagaimana mereka di rumah sendiri…. dan terkadang ada yang ngalem minta di layani… mengambil lauk dan nasinya…. meski anak-anak itu sudah seusia SMP.

Di waktu liburpun…. banyak anggota komunitas yang main ke SEKDOL… hanya sekedar ngobrol ataupun cerita… dengan kami….  , terkadang samapai sore… main komputer ataupun internetan…

Komunitas… Sekolah Dolan…. memang bukan hanya komunitas yang cuma ngumpul bahas soal, diskusi ataupun belajar saja…. namun sudah menjadi bagian yang nyaman bagi anggotanya untuk bermain, belajar berkeluh kesah dan makan bareng sebagaimana layaknya di rumah sendiri….

semoga… anak-anak bisa tetap enjoy dan nyaman dengan situasi yang seperti ini……

Belajar dari Sang Legenda SAM TIMUR
Des 21st, 2009 by Sekolah Dolan

Komik…. memang gak banyak yang serius menekuninya…. namun semaraknya bacaan-bacaan dari negeri matahari terbit….mulai dari dora emon hingga avatar… membuat beberapa pemilik penyewaan buku komik ataupun perpustakaan kota Malang selalu ramai dikunjungi anak-anak usia remaja…

Oleh karena itu…hari Jum’at kami melakukan kunjungan Salah seorang Tokoh Komik nasional angkatan Bang Yan Mitagara,Hengky,Teguh Santosa yang memiliki nama tenar SAM TIMUR….

Goresan Tangan yang kental dengan tokoh-tokoh Magic… ….  Karakter…. yang kuat dan penampilan…. yang lebih mengetengahkan jagoan yang sakti Mandra guna….. bisa kita lihat di lembar-lembar… komik beliau

Alhamdulillah hari itu banyak yang kita bisa peroleh… dari SAMTIMUR (P Bambang ) yang salah satuputra Beliau juga anggota komunitas Homeschooling kami…

berikut petikan dari surat kabar…

S5030961

Radar Malang

[ Senin, 27 April 2009 ]

Bambang “Sam Timur” Supriyadi, Komikus yang Terlupakan

Jaya di Jakarta, Pulang Jadi Sekdes

Nama Sam Timur memang tidak asing di telinga para pengemar komik era 70-an. Dia menjadi komikus andal di tanah air dengan puluhan karyanya. Sejak tidak berkarya lagi, namanya pun tenggelam. Dia pun kembali ke kampung halaman mambangun pertanian.

Bambang Tri W

—————————————-

Rahasia Istana Hijau, Lahirnya Maladewa, Durga. Itulah kumpulan judul sebagian komik karya Sam Timur – julukan Bambang Supriyadi. Sejak 1972, namanya ikut mewarnai dunia komik di Indonesia. Karya-karyanya pun laris manis saat dilempar ke pasar.

Sosok Bambang sendiri berasal dari Dusun Sangrahan, Mangunrejo, Kepanjen. Sejak 1972, dia mulai mengembangkan bakat menggambarnya. Mulai gambar tokoh pewayangan maupun membuat tokoh fiksi. Dari keterampilannya menggoreskan kuas di kertas gambar, Bambang mulai kenal komikus yang berasal dari wilayah Malang. Di antaranya, Teguh Santoso, Ganes, Ian Mintaraga, Saldi Jair, Hengki NCO, maupun Toni. Mereka yang menjadi ispirasi lebih tekun mengembangkan bakatnya.

Terutama Teguh Santoso, karyannya dikenal pembaca lebih halus. Bukan saja gambarnya. Tetapi juga alur cerita yang diciptakannya. Dari perkenalan itulah, dia semakin teropsesi sebagai seorang komikus. “Sudah lama sekali saya tidak lagi berkarya membuat komik. Sekarang saya hampir lupa masa jaya dulu,” kata Bambang, mengawali cerita saat ditemuiRadar di rumahnya kemarin.

Sambil mengingat masa jayanya, dia menceritakan pengalamannya menjadi seorang komikus. Sejak berkenalan dengan Teguh, dia terus berupaya mengembangkan bakatnya di bidang menggambar. Selain itu, juga mengembangkan daya imajinasi, mengembangkan ide agar menjadi sebuah karya.

Tiga kali menyodorkan hasil gambarnya, Teguh merasa kagum terhadap Bambang. Saat itulah, dia mulai dikenalkan beberapa percetakan di Jakarta. Hasilnya, gambar dan cerita yang dibuatnya sangat diminati para penerbit. Di antaranya, San Agency, Pancar kumala, Satra Kumala, dan Rusita.

Dalam dua kali pertemuan, para penerbit tersebut berebutan mendapatkan kontrak dengan Bambang. Karena ada empat penerbit yang menawarkan kontrak, Bambang pun memilih San Agency. Alasannya, nilai kontrak yang ditawarkan lebih besar. “Awalnya nilai kontrak Rp 2 juta. Itu setara empat kali gaji PNS yang diterima satu bulannya,” aku Bambang.

Setelah satu jilid komik yang berisi 62 episode berhasil dikerjakan, dia pun kesulitan membuat julukannya sendiri yang akan dipasang di komik. Karena masih awal, dia pun memberi nama Adi S dalam komiknya. Selain mudah dibaca, menurut Bambang, juga mudah diingat.

Mulai dari karya perdananya Durga, komiknya laris manis. Namun sayang, dia tidak tahu berapa komik yang laku terjual. Karena pihak penerbit juga tidak memberitahu. “Saya hanya diberitahu komik laku keras. Kemudian diminta agar membuat komik lagi yang banyak,” aku pria yang gemar memakai topi pet warna hitam ini.

Mendengar komiknya laku keras, dia terus mengembangkan ide ceritanya. Semua cerita legenda dari berbagai daerah diadopsi untuk dikembangkan. Agar karyannya lebih berkembang, dia juga mengadaptasi beberapa cerita dari luar negeri.

Hasilnya pun fantastik. Komik yang digambar dengan kuas dengan media kertas HVS dan tinta bak disenangi para penerbit. Bahkan, tulisan tangan pada dialog para tokoh komik juga ditulis dengan tangan. Saat itulah, dia diminta agar mencari julukan yang tepat pada dirinya. Dan hasilnya muncul nama Sam Timur. “Sam” berarti panggilan “Mas” bagi pemuda Malang, sedangkan “Timur” berasal dari Jawa Timur.

Dengan identitas itulah, Bambang pun semakin dicari para penerbit. Karyannya pun juga banyak dicari para penggemar komik. Terutama cerita yang dianggap melegenda. “Sampai saya kewalahan menerima order dari para penerbit. Namun gajinya tetap Rp 2 juta,” aku Bambang.

Walau komiknya laris di pasaran, dia mengaku tidak mendapatkan bonus maupun royalti dari penerbit. Hanya uang kontrak kerja sama saja yang didapat. Kesuksesannya menjadi seorang komikus bertahan tidak bertahan lama. Sejak bermunculannya media eloktronik, komik mulai tergeser. Media yang mulai menggeser komik di antaranya, radio maupun TV. Pada 1979, media elektronik tersebut mulai mendominasi. Bahkan, karyanya juga bisa didengar melalui radio.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat para penerbit mulai kurang bersemangat. Melihat kondisi tersebut, Bambang bersama Indahwati, istrinya, memutuskan pulang ke kampung halaman. Pria kelahiran 16 Juli 1950 memilih bertani.

Mengingat, sebagai anak tunggal pasangan (almarhum) H Ahmad Joko Sutar-Hj Siti Fatimah, dia berkewajiban meneruskan usaha orang tuanya. “Sepertinya saya sudah tidak produktif. Selain itu, juga tidak ada penghargaan dari penerbit maupun pemerintah,” ungkap pria yang sudah dikaruniai empat anak ini.

Ketekunannya membangun pertanian di desa akhirnya membuahkan hasil. Dia kini dipercaya masyarakat untuk menjadi sekertaris desa (sekdes). Sedangakan istrinya Indahwati diterima menjadi PNS di Kota Malang, sekarang menjabat sebagai Kabid Sosbud Ekonomi Pemkot Malang.

Bukan itu saja, dia juga dipercaya menjadi Ketua KUD Kepanjen. Bahkan, berbagai kegiatan yang ada di desa juga dipercayakan kepadanya. Walau sibuk dipertanian, dia juga masih menyisakan waktu berkarya. Di antaranya, menggambar beberapa tokoh komik dan di bingkai dengan pigura. “Satu di antaranya sudah dibeli Rp 20 juta oleh orang Kota Malang,” aku Bambang.

Rencananya setelah pensiun menjadi sekdes pada 2011 mendatang, dia akan kembali pada bakatnya. Bersama komunitas perupa Malang Selatan, dia akan lebih meluangkan waktu untuk berkarya. Dia berupaya menggeser komik-komik luar negeri yang sekarang ini mendominasi pasar.

Keinginan itu dilandasi dari banyaknya cerita yang melegenda di tengah masyarakat. Masih banyak legenda yang belum dikembangkan. “Saya yakin, legenda maupun cerita komik Indonesia sebenarnya lebih unggul dari karya luar negeri,” urai pecinta tanaman hias ini. (ziz)

Sosialisasi di Homeschooling
Des 2nd, 2009 by Sekolah Dolan

Foto1228

Belajar Menggambar…..

Di Komunitas….. Sekolah Dolan umur anak-anak beragam,sehingga  kadang yang kecil maunya menangnya sendiri…. seluruh keinginannya harus terpenuhi…,sementara yang Besar juga masih tinggi egonya… sehingga gak jarang mereka berantem ataupun berebut…

Disini kita bisa mengajarkan kepada yang besar untuk belajar menyayangi adik kecilnya ataupun mengalah…,sedang yang kecil belajar tentang sabar dan minta izin bila pingin atau pinjam sesuatu..

Terkadang juga anak yang lebih besar mengajari menggambar adik tingkatnya…,bahkan juga membantu belajar mata pelajaran tertentu seperti bahasa Inggris atau matematika…anak yang Level SD dibantu anak SMP atau SMA.

Memang inilah sosialisasi yang real  terjadi di Masyarakat…

Menjadi Teman anak-anak
Des 1st, 2009 by Sekolah Dolan

posterKadang jadi teman anak-anak… perlu pengorbanan…

seperti saat pawai di kota Batu kemarin… Saya terpaksa harus menggunakan kostum yang cukup ribet… dan susah untuk bernafas..

menahan tiupan angin yang berhembus menerpa penutup kepala…

dan berusaha melayani… anak-anak untuk bisa sekedar berfoto atau toss….

Saat lewat… tiap anak selalu teriak… Robot-robot…., namun Saya sendiri kurang begitu tahu… kostum yang saya pakai ini jenis robot apa…. Apa masuk kategori transformer atau robot yang lain….. , saat wali murid yang begitu semangat mendandani saya dengan kostum ini… saya ya nurut saja…, pikir saya anak-anak pasti jadi senang kalau ada yang berkostum seperti ini… he…he…

Alhamdulillah saya kok ya tiap hari bisa bercanda dengan banyak anak-anak.. dan demi anak-anak… saya berusaha untuk bisa menghibur… padahal wis gebyos…..!!!

Thanks seluruh Orang Tua yang sudah berpartisipasi….

PAKET A ….. seorang kakekpun masih pingin ijasah
Nov 28th, 2009 by Sekolah Dolan

“Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti ujian Paket A setara SD.”

JAKARTA,  Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti ujian Paket A setara SD.
Meski sesekali mengerutkan dahinya, Tarlan terlihat serius mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh pengawas dalam ujian Paket A setara (SD) yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin Dikmen) Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Sikap Tarlan patut diacungi jempol. Di usianya yang melewati ambang batas ternyata masih bersemangat untuk belajar.
Ya, lelaki kelahiran Cirebon itu bersama rekan-rekan sebayanya mengikuti ujian Paket A yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Islam, Jalan Galur Raya 16, Johar Baru, Jakarta Pusat.
“Cari ilmu itu enggak ada batasnya. Kan ada pepatahnya, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China,” ujar Tarlan lantang saat ditemui usai menyelesaikan soal ujian, Jumat (20/11).
Lelaki renta itu mengaku sudah sejak setahun lalu mengikuti program pendidikan Paket A. Ini dilakukan karena dia ingin memiliki ijazah SD. Nantinya jika telah lulus, ijazahnya akan dilaporkan pada pimpinannya agar dia diangkat menjadi karyawan tetap. Selama ini, Tarlan bekerja sebagai salah seorang petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.
“Kalau mau menjadi karyawan tetap, syaratnya harus memiliki ijazah SD. Sampai saat ini saya belum punya, makanya saya ikut belajar di sini,” ungkap warga Jalan Kalibaru Timur V, Bungur, Senen, Jakarta Pusat itu.
Upaya gigih lelaki yang hanya mengenyam kelas 5 SR (sekolah setingkat SD zaman kolonial Belanda) mendapat dukungan penuh dari seluruh keluarganya. Tentu saja dukungan ini menjadikan dia lebih termotivasi dan semangat untuk menyelesaikan program Paket A.
“Mudah-mudahan umur bapak sampai,” ujar Tarlan yang terpaksa putus sekolah saat itu lantaran Indonesia dalam keadaan kondisi perang melawan penjajah.
Rupanya Tarlan tidak sendirian dalam mengikuti ujian Paket A. Beberapa kakek-kakek lainnya pun mengikuti hal yang sama. Di antaranya Mulyani (50) dan Hussein (55) yang sama-sama ingin segera memiliki ijazah setara SD agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap sebagai petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.
“Kalau jadi karyawan tetap, kami akan digaji sesuai UMR, katanya,” ujar Hussein.
Kasi Dikmen Kecamatan Joharbaru, Ahmad Hilmi mengatakan, wilayah Joharbaru merupakan daerah yang banyak dihuni oleh kaum dhuafa. Karena itu, pihaknya membantu dengan menyelenggarakan program Paket A setara (SD), B setara (SMP) serta C setara (SMA) guna memperbaiki kualitas hidup dan menambah pengahasilan.
“Kami ingin meningkatkan kualitas hidup, PKBM sudah ada, dengan demikian diharapkan lulusannya mampu mengembangkan ilmu dan meningkatkan taraf hidupnya,” ungkapnya.
Ahmad Hilmi mencatat, peserta ujian paket A kali ini sebanyak 26 orang, paket B 72 orang, dan paket C tidak ada pesertanya. Dia berharap, pada tahun berikutnya, peserta ujian paket A, B, dan C ini dapat terlaksana kembali guna meningkatkan kualitas masyarakat Jakarta Pusat dan mendukung program pemerintah dalam pembebasan buta aksara.
Plh Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, Delly Indirayati, menyambut baik adanya keinginan yang kuat dari orang-orang seperti Tarlan. Meski telah memasuki usia senja, namun tetap semangat mencari ilmu.
“Saya sudah berbicara dengannya, memang ada keinginan kuat darinya untuk membuktikan kepada anak cucunya bahwa beliau tidak buta huruf. Karena itu memang sudah sewajibnya orang-orang seperti pak Tarlan kita fasilitasi,” ujar Delly.
Ke depannya PKBM yang ada akan dibina serta dievaluasi baik untuk kurikulum, metode, dan lain sebagainya agar ada peningkatan mutu baik dari PKBM maupun dari lulusannya. “Pasti, kurikulumnya akan disempurnakan untuk peningkatan mutu,” kata Delly Indirayati.
Sumber: http://megapolitan.kompas.com/ 20 nopember 2009
Penulis: dweehan

Belajar Kerajinan Tali Cina dari Bu Sihombing
Nov 26th, 2009 by Sekolah Dolan

S3020063

Pagi-pagi anak-anak Sekdol sudah brkumpul di komunitas…, sebagaimana biasanya Tiap Rabu selain belajar anak-anak membuat karya….

Rabu ini Ibu Sihombing ( mamanya Ela ) ber inisiatif mengisi kegiatan craft dengan membuat kerajinan tali cina…

Model dan contoh yang di pakai untuk membuat kerajinan tali cina ini diambil dari buku …. yang didalamnya banyak sekali pola yang bisa dibuat..

Ilham kebagian membuat Pesawat ulang alik, nambil kebagian membuat dinosaurus, viro kebagian gambar ikan paus  Ela dan indri kebagian membuat bunga…

Tali cina yang sudah dilengkapi dengan lem Uhu serta pola dibagikan ke masing-masing peserta kegiatan ini… dan asyiklah mereka mengerjakan bagiannya masing-masing

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat kerajian Tali Cina ini… diantaranya adalah kerapian, ketelatenan dan kesabaran….

Mama Ela dan Miss Ifa dengan telaten membimbing anak-anak hingga semuanya terselesaikan…, setelah selesai… mereka tampak senang… sekali.. dan semangat untuk buat gambar yang lain…, namun… keinginan mereka harus ditahan dulu karena seteal istirahan 10 menit Miss Ifa mengajak anak-anak menciptakan sebuah puisi… tentang ” Guru ” karena memang pada saat itu kebetulan di seluruh Indonesia memperingati hari Guru…

Dan Saat openingpun anak-anak masing-masing diminta untuk mengungkapkan apa makna Guru bagi mereka…

Sukses anak-anak…. semoga karya kalian bisa dipamerkan …

dan terima kasih Ibu Sihombing… telah menjadi guru tamu di Komunitas Kami….

Bingkisan Anak Untuk mama
Nov 25th, 2009 by Sekolah Dolan

Minggu ini sebagaimana biasa anak-anak usia Paud di sekolah dolan membuat karya yang akan dibawa pulang….

Anak-anak begitu semangat bila membuat suatu karya…, sebagaimana membuat papercraft… yang hasilnya di liput oleh TV Lokal di kota Malang beberapa waktu yang lalu…

Ica , amy, Dimas, Haifa, syahda dan yang lain… pada sibuk dengan kertasnya masing-masing… di pandu oleh Miss Titin yang begitu sabar membantu anak-anak satu-persatu…

Karya yang dibuat adalah sekuntum bunga dari kertas lipat…

Setelah sekuntum bunga itu selesai masing-masing menuliskan pesan untuk mamanya masing-masing….  , harapannya semoga menjadi media komunikasi anak-anak dengan mamanya nanti di rumah…

Esok harinya… kami coba bertanya … bagaimana kata mamanya… mas ??

Ada yang menjawab…. mamaku Gak ngguyu ( tertawa ) itu Miss….karena menerima bingkisanku sambil terima telepon…, ada juga yang menjawab mamaku seneng… Miss tapi bingung…., ada juga yang jawab… Mamaku biasa aja… tidak mengucapkan apa-apa….

Kadang… Orang tua agak menganggap bingkisan anak suatu hal yang biasa…. padahal anak-anak sudah berusaha maksimal untuk membuat bingkisan itu jadi sesuatu karya yang bagus… namun kita kadang terlupa … bahwa setiap anak butuh pujian…kok anak… kita yang dewasa aja juga masih suka dipuji…

Saat anak butuh pujian… kita tidak memberikannya, atau kadang kita lupa mengapresiasinya.,.. sehingga jangan salahkan bila anak-anak kita akan malas bila nanti diajak membuat sesuatu karya… lagi..

Ayo… para Ibu dan Bapak… berikan pujian untuk anak-anak kita… baik buat karyanya… ataupun hasil kerjanya saat membantu aktifitas kita dirumah… atau saat di asyik belajar mambaca atau menulis…   , karena dengan pujian itu Insya Allah Anak-anak kita akan …. termotivasi menjadi anak-anak yang hebat.. kelak… semoga

PRINSIP ABA dalam pendekatan anak autisme
Nov 18th, 2009 by Sekolah Dolan
  • KEHANGATAN yang berdasarkan kasih sayang yang tulus, untuk menjaga kontak mata yang lama dan konsisten
  • TEGAS ( tidak dapat ditawar-tawar anak )
  • TANPA KEKERASAN dan TANPA MARAH/JENGKEL
  • PROMT (bantuan, arahan) secara TEGAS tapi LEMBUT
  • APRESIASI anak dengan IMBALAN yang EFEKTIF, sebagai motivasi agas selalu bergairah

Komunitas Sekolah Dolan… mencoba bersinergi dengan Orang Tua dalam melakukan program Homeschooling bagi anak anak Autisme dengan mengunakan prinsip diatas….

Saat dikomunitas tanpa nasi…
Okt 20th, 2009 by Sekolah Dolan

Biasanya…. setiap pagi… di ruang makan Komunitas…. selalu ada aja makanan… ya kue… ataupun nasi dan lauk pauknya….
Saat anak-anak komunitas memulai belajar…. pukul 08.30… banyak diantara mereka belum sarapan pagi atao terkadang malas makan pagi di rumah… sehingga biasanya menjelang pukul 09.30 meja di ruang makan dekat ruang internet… di serbu oleh anak-anak….
mereka sering sejenak menikmati… makanan apa aja yang tersaji di meja… sambil ngobrol… merekapun menyantap dengan lahapnya…
Namun… kemarin… hari Senin… kami karena banyak hal yang harus terselesaikan… sama sekali tidak ada masakan yang tersedia… nasipun tidak ada… karena persediaaan beras juga habis… sehingga… mulai pagi … anggota kami yang paling rajin sebut saja si B… sudah celingukan buka tudung saji…, datang lagi si C…. celingukan juga…. buka tudung saji yang kosong melompong…… hingga menjelang pukul 10.00 rombongan berdatangan dan bengong aja… tidak ada apa-apa akhirnya… Buah mangga di samping mejapun menjadi sasaran… untuk dimakan rame-rame…..
Kami pun bertanya… ” gak ada makanan ya…..? ” he..he..he… gak mis.. gak. jawab si B sambil bersiap membuat mie rebus didepan kompor…… sedang rombongan di sebelahnya…. sambil mengupas mangga…. mereka berkata…. Miss ini kan boleh dimakan ya…???
Boleh—boleh.. kata Miss Titin menjawab dengan sabar….
Dalam hati….Kamipun ..berkata……. maaf … anak-anak….. kayaknya Komunitas kita nasi …. adalah menjadi kewajiban yang harus ada tiap hari….
moga-moga hanya sekali ini aja Komunitas kita tanpa … nasi,….
Salam

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa