»
S
I
D
E
B
A
R
«
Panduan Tes Penempatan Paket A,B dan C
Des 9th, 2009 by Sekolah Dolan
penempatan1
penempatan1

Tes penempatan adalah suatu perangkat pengukuran yang mengukur

efek belajar, yaitu pengalaman yang diperoleh seseorang melalui kegiatan
terstruktur (misalnya kegiatan pembelajaran di satuan penyelenggara
pendidikan) sebagaimana ditentukan dalam stándar kompetensi, untuk
kemudian digunakan sebagai acuan dalam menempatkannya pada posisi
yang sesuai dengan pencapaian pengetahuan dan keterampilan yang
dimilikinya.
Tes penempatan berisi soal-soal yang mengukur hal-hal yang seharusnya
diajarkan pada satuan penyelenggara pendidikan sesuai dengan kurikulum
yang berlaku untuk kelas/tingkatan tertentu. Oleh karenanya hasil dari tes
penempatan dapat merefl eksikan penguasaan calon peserta didik akan
materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Untuk program kesetaraan yang menekankan pada pentingnya
kecakapan hidup, maka tes penempatan tidak dilakukan hanya berdasarkan
penilaian terhadap kemampuan akademik dalam mata pelajaran inti
sebagaimana diujikan dalam Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan
(UNPK), tetapi juga menilai kompetensi kecakapan hidup (life skills) yang
diperoleh melalui pengalaman hidup calon peserta didik. Kecakapan hidup
ini dinilai melalui riwayat atau pengalaman dalam pekerjaan, pengalaman
berorganisasi, dan pengakuan tentang keterampilan atau kompetensi yang
dimiliki calon peserta didik.
Tes Penempatan pada program pendidikan kesetaraan dirancang untuk
ketiga jenis program, yaitu Program Paket A Setara SD/MI (selanjutnya
disebut Paket A), Program Paket B Setara SMP/MTs (selanjutnya disebut
Paket B), dan Program Paket C Setara SMA/MA (selanjutnya disebut Paket C).
selengkapnyalihat  :
Linknya….
PAKET A ….. seorang kakekpun masih pingin ijasah
Nov 28th, 2009 by Sekolah Dolan

“Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti ujian Paket A setara SD.”

JAKARTA,  Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti ujian Paket A setara SD.
Meski sesekali mengerutkan dahinya, Tarlan terlihat serius mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh pengawas dalam ujian Paket A setara (SD) yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin Dikmen) Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Sikap Tarlan patut diacungi jempol. Di usianya yang melewati ambang batas ternyata masih bersemangat untuk belajar.
Ya, lelaki kelahiran Cirebon itu bersama rekan-rekan sebayanya mengikuti ujian Paket A yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Islam, Jalan Galur Raya 16, Johar Baru, Jakarta Pusat.
“Cari ilmu itu enggak ada batasnya. Kan ada pepatahnya, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China,” ujar Tarlan lantang saat ditemui usai menyelesaikan soal ujian, Jumat (20/11).
Lelaki renta itu mengaku sudah sejak setahun lalu mengikuti program pendidikan Paket A. Ini dilakukan karena dia ingin memiliki ijazah SD. Nantinya jika telah lulus, ijazahnya akan dilaporkan pada pimpinannya agar dia diangkat menjadi karyawan tetap. Selama ini, Tarlan bekerja sebagai salah seorang petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.
“Kalau mau menjadi karyawan tetap, syaratnya harus memiliki ijazah SD. Sampai saat ini saya belum punya, makanya saya ikut belajar di sini,” ungkap warga Jalan Kalibaru Timur V, Bungur, Senen, Jakarta Pusat itu.
Upaya gigih lelaki yang hanya mengenyam kelas 5 SR (sekolah setingkat SD zaman kolonial Belanda) mendapat dukungan penuh dari seluruh keluarganya. Tentu saja dukungan ini menjadikan dia lebih termotivasi dan semangat untuk menyelesaikan program Paket A.
“Mudah-mudahan umur bapak sampai,” ujar Tarlan yang terpaksa putus sekolah saat itu lantaran Indonesia dalam keadaan kondisi perang melawan penjajah.
Rupanya Tarlan tidak sendirian dalam mengikuti ujian Paket A. Beberapa kakek-kakek lainnya pun mengikuti hal yang sama. Di antaranya Mulyani (50) dan Hussein (55) yang sama-sama ingin segera memiliki ijazah setara SD agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap sebagai petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.
“Kalau jadi karyawan tetap, kami akan digaji sesuai UMR, katanya,” ujar Hussein.
Kasi Dikmen Kecamatan Joharbaru, Ahmad Hilmi mengatakan, wilayah Joharbaru merupakan daerah yang banyak dihuni oleh kaum dhuafa. Karena itu, pihaknya membantu dengan menyelenggarakan program Paket A setara (SD), B setara (SMP) serta C setara (SMA) guna memperbaiki kualitas hidup dan menambah pengahasilan.
“Kami ingin meningkatkan kualitas hidup, PKBM sudah ada, dengan demikian diharapkan lulusannya mampu mengembangkan ilmu dan meningkatkan taraf hidupnya,” ungkapnya.
Ahmad Hilmi mencatat, peserta ujian paket A kali ini sebanyak 26 orang, paket B 72 orang, dan paket C tidak ada pesertanya. Dia berharap, pada tahun berikutnya, peserta ujian paket A, B, dan C ini dapat terlaksana kembali guna meningkatkan kualitas masyarakat Jakarta Pusat dan mendukung program pemerintah dalam pembebasan buta aksara.
Plh Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, Delly Indirayati, menyambut baik adanya keinginan yang kuat dari orang-orang seperti Tarlan. Meski telah memasuki usia senja, namun tetap semangat mencari ilmu.
“Saya sudah berbicara dengannya, memang ada keinginan kuat darinya untuk membuktikan kepada anak cucunya bahwa beliau tidak buta huruf. Karena itu memang sudah sewajibnya orang-orang seperti pak Tarlan kita fasilitasi,” ujar Delly.
Ke depannya PKBM yang ada akan dibina serta dievaluasi baik untuk kurikulum, metode, dan lain sebagainya agar ada peningkatan mutu baik dari PKBM maupun dari lulusannya. “Pasti, kurikulumnya akan disempurnakan untuk peningkatan mutu,” kata Delly Indirayati.
Sumber: http://megapolitan.kompas.com/ 20 nopember 2009
Penulis: dweehan

Terobosan Baru Teman-teman Asahpena Tangsel dan Komunitas Pelangi
Nov 25th, 2009 by Sekolah Dolan

Saat maraknya siswa-siswa kesetaraan ujian Paket A, B dan C baru lalu, ada hal yang menarik dan perlu mendaparkan apresiasi… khususnya bagi teman teman yang melakukan proses pendidikannya menggunakan Homeschooling ( sekolah Rumah ) Terobosan baru ini di lakukan oleh Team Komunitas Pelangi bekerjasama dengan DPW Asahpena Tangerang Selatan dan dibantu juga KBRI Dubai dan tentunya kebijakan dari Dinas Tangerang Selatan yang mendukung pelaksanaan Ujian Online ini. Ujian Online yang baru pertama dilakukan ini… begitu melegakan banyak pihak khususnya bagi pelaku Hs yang ada di luar negeri dan mereka mengiginkan ujian tanpa harus pulang ke Indonesia…, malahan bisa ujian di rumah seperti yang dilakukan oleh Aldy ini… Kemantapan keluarga Aldy yang menempuh jalur HS saat mereka tinggal di Dubai. Akhirnya bisa berproses dengan baik… dengan direstuinya ujian online ini. Sepertinya… kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi Dinas di kota lain yang ada di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi yang semakin canggih ini, bisa membantu banyak keluarga-keluarga yang saat ini tinggal di Luar Negeri untuk mengikut sertakan anak-anak mereka Ujian Nasional… Selamat teaman-teman DPW ASahpena Tangerang Selatan dan Komunitas Pelangi yang sudah membuat terobodsan baru ini…. Sukses… Salam Dasyat HS Indonesia

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa