»
S
I
D
E
B
A
R
«
Jangan Sekolah Tinggi-tinggi Kalau Cuma Jadi Korupsi
Feb 21st, 2009 by Sekolah Dolan
Oleh wijaya kusumah
Saya terkaget-kaget ketika di warung nasi uduk langganan saya di bilangan Pondok Kelapa mengatakan,“Jangan Sekolah tinggi-tinggi kalau cuma jadi korupsi.” Begitulah kata seorang bapak kepada anaknya yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi. Ucapan itu masih terngiang jelas dalam pikiran saya, sebab apa yang bapak itu katakan ada benarnya. Kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh KPK adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi, bahkan ada yang bergelar profesor.

Sebagai seorang pendidik, saya mencoba merenung. Mengambil hikmah apa yang saya dengar. Nampaknya ada sesuatu yang harus diluruskan. Ada sesuatu yang harus dibenahi dalam dunia pendidikan kita. Dunia pendidikan yang harus berfokus pada iman, ilmu, dan amal. Kalau ketiga komponen itu kita sinergikan, maka akan banyak orang jujur di negeri Indonesia.

Pendidikan di Indonesia harus dapat mengantar anak didik yang mampu untuk selalu berbuat jujur. Jujur dalam mengemban amanah yang dipikulnya. Bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya. Semua itu sudah harus diajarkan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah kita di Indonesia.

Seharusnya semakin tinggi latar belakang pendidikan seseorang harus semakin tinggi pula tingkat kejujuran orang itu. Kejujuran adalah modal dasar dalam membangun integritas diri. Kejujuran adalah Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan.

Selain itu, Semakin tinggi latar belakang pendidikan seseorang, harus semakin tinggi pulalah ketakwaannya kepada Allah pemilik langit dan bumi.

Pernyataan Jangan sekolah tinggi-tinggi kalau kamu cuma jadi korupsi adalah sebuah peringatan bagi kita kaum terdidik untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran. Semakin tinggi tingkat pendidikan kita, harus semakin tinggi pula integritas yang harus kita pelihara. Ibarat sebuah pohon yang menjulang tinggi, semakin tinggi semakin gampang tertiup angin. Sebuah pohon buah agar tidak roboh tertiup angin, maka akarnya harus menghunjam ke bawah dan menyatu dalam batang, cabang, dan ranting yang berisi daun yang lebat. Kita pun harus memelihara dan menyiraminya setiap waktu agar pohon itu menghasilkan buah yang segar.

Jangan sekolah tinggi-tinggi kalau cuma jadi korupsi adalah sebuah himbauan dari masyarakat agar mereka-mereka yang mendapatkan kesempatan belajar sampai tingkat perguruan tinggi harus jadi tauladan. Tauladan bagi masyarakat di sekitarnya. Setiap gerak-geriknya, tingkah laku dan perangainya menunjukkan kepada akhlaqul karimah atau budi pekerti yang luhur yang membuat orang serasa damai bila berada bersamanya. Dialah pemimpin yang menjadi dambaan rakyat Indonesia.

Saya pun terhanyut dalam impian. Kalau saja banyak orang yang bersekolah tinggi itu adalah orang yang jujur, tentu bangsa ini akan makmur. Tak ada lagi penyalahgunaan jabatan. Tak ada lagi uang rakyat yang diselewengkan, dan tak ada lagi rakyat yang mengalami kemiskinan dan kebodohan. Karena orang yang sekolah tinggi selalu dan selalu mengabdikan dirinya untuk kepentingan orang banyak.

Telah jelas dalam kitab suci, “Orang yang berilmu akan meraih ketinggian derajat tinggi yang hakiki. Sangat dianjurkan setiap orang berlomba-lomba untuk meraihnya. Allah berfirman, “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadah : 11). Kata “meninggikan derajat” ini menunjukkan besarnya karunia, yang berarti ketinggian secara maknawi di dunia dengan tingginya kedudukan dan sanjungan yang baik padanya. Dan ketinggian yang sebenarnya adalah di akhirat kelak.

Jadi, sekolahlah tinggi-tinggi agar anda dapat menjadi orang yang berilmu, yang dapat di gugu dan ditiru. Menebarkan kebaikan dan menghalau kemungkaran. Orang yang bersekolah tinggi adalah orang yang ingin mempelajari ilmu Allah agar dapat bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya.

»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa